Card image cap

04-08-2025

Terlalu Memberikan Kepercayaan pada Pegawai Bisa Berpotensi Menimbulkan Fraud: Mengapa Harus Hati-hati?
Kepercayaan adalah salah satu hal penting dalam dunia kerja, terutama ketika kita berhubungan dengan tim atau pegawai yang kita pimpin. Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa memberikan terlalu banyak kepercayaan kepada pegawai bisa malah menimbulkan masalah? Salah satunya adalah fraud atau kecurangan yang bisa merugikan perusahaan atau organisasi.


Apa Itu Fraud?

Sebelum lebih jauh, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan fraud. Fraud dalam konteks bisnis adalah tindakan curang atau penipuan yang dilakukan oleh individu (baik pegawai internal atau pihak eksternal) untuk keuntungan pribadi dengan cara yang merugikan perusahaan. Fraud ini bisa berupa manipulasi data, penggelapan uang, atau bahkan pemalsuan dokumen.


Mengapa Kepercayaan Berlebih Bisa Menjadi Masalah?

Memberikan kepercayaan penuh kepada pegawai memang penting untuk menciptakan suasana kerja yang positif. Namun, kalau kepercayaan tersebut diberikan tanpa pengawasan yang tepat, maka hal itu bisa membuka celah bagi terjadinya fraud.

Bayangkan jika seorang pegawai diberi tanggung jawab penuh dalam hal keuangan atau pengelolaan data penting tanpa adanya kontrol yang memadai. Tanpa adanya pengawasan, pegawai tersebut mungkin merasa tidak diawasi dan bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan pribadi. Apalagi jika pegawai tersebut sudah merasa "aman" dalam posisinya dan tidak ada yang memeriksa tindakannya.


Contoh Kasus Fraud yang Terkait dengan Kepercayaan Berlebih

Salah satu contoh nyata yang bisa kita ambil adalah kasus penggelapan dana yang terjadi di sebuah perusahaan besar. Seorang pegawai yang telah lama bekerja di bagian keuangan dipercaya untuk mengelola semua transaksi pembayaran dan pengeluaran perusahaan. Karena sudah dianggap sangat dapat dipercaya, pengawasan terhadapnya pun menjadi sangat minimal.

Namun, setelah beberapa tahun, audit internal menemukan adanya selisih uang yang cukup besar. Ternyata, pegawai tersebut telah menggelapkan sejumlah dana perusahaan dengan cara membuat laporan pengeluaran palsu dan memanipulasi transaksi. Ia juga berhasil menutupi aksi fraud ini karena tidak ada yang memeriksa secara rinci pekerjaan yang dia lakukan. Bahkan rekan-rekannya pun enggan untuk mencurigai atau memeriksa secara detail karena sudah terlalu lama bekerja bersama.


Tanda-tanda Kepercayaan Berlebih yang Bisa Menyebabkan Fraud

Ada beberapa tanda yang perlu kita waspadai, agar tidak terjebak dalam kesalahan memberikan kepercayaan berlebih:
  • Kurangnya Pengawasan: Jika tidak ada sistem pengawasan yang jelas terhadap pegawai yang memegang posisi penting, bisa jadi ini membuka peluang bagi mereka untuk melakukan tindakan curang.
  • Sistem yang Tidak Terpisah: Dalam akuntansi, penting untuk memiliki pemisahan tugas yang jelas. Misalnya, jika seorang pegawai bertanggung jawab atas pencatatan transaksi dan juga pengesahan pembayaran, maka potensi terjadinya fraud akan lebih tinggi.
  • Perubahan Perilaku Pegawai: Jika seorang pegawai yang sebelumnya selalu menunjukkan sikap profesional tiba-tiba mulai menunjukkan perilaku mencurigakan, seperti menolak audit atau mulai merasa "terlalu nyaman", itu bisa jadi tanda bahwa ada yang tidak beres.

Cara Menghindari Fraud Akibat Kepercayaan Berlebih
  1. Pemisahan Tugas yang Jelas: Pastikan tidak ada satu orang yang memegang kendali penuh atas seluruh proses, terutama dalam hal yang berkaitan dengan keuangan atau data penting. Misalnya, satu orang bertugas untuk mencatat transaksi, sedangkan orang lain yang memverifikasi dan mengesahkan pembayaran.
  2. Lakukan Audit Secara Berkala: Audit yang rutin dan mendalam akan membantu mendeteksi potensi fraud lebih awal. Jangan tunggu sampai kerugian besar terjadi, karena fraud bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
  3. Beri Pelatihan dan Edukasi: Pegawai perlu diberi pemahaman tentang etika kerja yang baik dan pentingnya integritas. Edukasi mengenai dampak buruk dari fraud bisa membantu mencegah niat buruk sejak awal.
  4. Bangun Sistem Kontrol Internal yang Kuat: Dengan kontrol internal yang baik, pegawai akan merasa diawasi dan mengetahui bahwa tindakannya bisa dipertanggungjawabkan. Sistem ini juga akan membantu mencegah manipulasi dan penggelapan.
  5. Keterbukaan dan Transparansi: Ciptakan budaya perusahaan yang mendukung keterbukaan dan transparansi dalam setiap transaksi. Ketika pegawai merasa bahwa perusahaan memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran, mereka cenderung akan lebih berhati-hati dalam bertindak.
Kepercayaan adalah kunci dalam hubungan profesional, tetapi seperti halnya di dunia lain, terlalu banyak kepercayaan tanpa pengawasan yang cukup bisa menimbulkan risiko, terutama dalam kasus fraud. Oleh karena itu, penting untuk menyeimbangkan kepercayaan dengan pengawasan yang memadai, serta membangun sistem kontrol internal yang kuat untuk mencegah kemungkinan terjadinya fraud.

Dengan cara ini, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga bebas dari potensi penipuan yang bisa merugikan banyak pihak.