image

02-03-2026

Fraud is Never Zero

Dalam organisasi apa pun.. perusahaan besar, BUMDes, koperasi, hingga instansi pemerintah selalu ada peluang terjadinya fraud.


Mengapa?

  • manusia bisa salah atau tergoda,

  • sistem bisa dilewati,

  • pengendalian internal punya batas.

Karena itu, target nol fraud adalah ilusi, yang realistis adalah memperkecil risiko fraud.


Mengapa Fraud Tidak Pernah Bisa Nol?

 

1. Keterlibatan Manusia

Selama masih ada manusia:

  • niat,

  • tekanan,

  • rasionalisasi
    akan selalu ada.

 

2. Sistem Selalu Bisa Dikelabui

Pengendalian internal dirancang untuk mengurangi, bukan menghapus risiko.

 

3. Kolusi Sulit Dideteksi

Jika dua atau lebih pihak bersekongkol, sistem yang baik pun bisa ditembus.


Perspektif Auditor

Dalam audit, prinsip ini berarti:

  • auditor memberikan keyakinan memadai, bukan jaminan mutlak,

  • audit bukan alat pendeteksi semua fraud,

  • fokus audit adalah menilai risiko dan kewajaran laporan.

Inilah sebabnya opini audit bukan jaminan bebas fraud.


Contoh

BUMDes punya SOP dan pengawasan.
Namun:

  • kas dipegang satu orang,

  • tidak ada rekonsiliasi rutin.

Risiko fraud tetap ada, meski kecil.

 

Implikasi Penting bagi Manajemen

Karena fraud tidak pernah nol, maka manajemen harus:

  • membangun pengendalian internal yang kuat,

  • memisahkan fungsi (segregation of duties),

  • mendorong budaya integritas,

  • menerima audit sebagai mitra pengawasan, bukan ancaman.


Teori Triangle Fraud

Fraud terjadi saat:

  • Pressure (tekanan),

  • Opportunity (kesempatan),

  • Rationalization (pembenaran)

bertemu.

 

Tugas organisasi adalah memutus kesempatan, meski dua unsur lain masih ada.


Baca Juga: Rekomendasi Buku Manajemen Keuangan untuk Mahasiswa Akuntansi dan Manajemen

Fraud is never zero, but it can be managed.

Organisasi yang sehat bukan yang mengklaim “bebas fraud”,
melainkan yang:

  • sadar risiko,

  • transparan,

  • mau diawasi,

  • dan terus memperbaiki sistem.