1. Keterlibatan Manusia
Selama masih ada manusia:
2. Sistem Selalu Bisa Dikelabui
Pengendalian internal dirancang untuk mengurangi, bukan menghapus risiko.
3. Kolusi Sulit Dideteksi
Jika dua atau lebih pihak bersekongkol, sistem yang baik pun bisa ditembus.
Perspektif Auditor
Dalam audit, prinsip ini berarti:
-
auditor memberikan keyakinan memadai, bukan jaminan mutlak,
-
audit bukan alat pendeteksi semua fraud,
-
fokus audit adalah menilai risiko dan kewajaran laporan.
Inilah sebabnya opini audit bukan jaminan bebas fraud.
Contoh
BUMDes punya SOP dan pengawasan.
Namun:
Risiko fraud tetap ada, meski kecil.
Implikasi Penting bagi Manajemen
Karena fraud tidak pernah nol, maka manajemen harus:
-
membangun pengendalian internal yang kuat,
-
memisahkan fungsi (segregation of duties),
-
mendorong budaya integritas,
-
menerima audit sebagai mitra pengawasan, bukan ancaman.
Teori Triangle Fraud
Fraud terjadi saat:
bertemu.
Tugas organisasi adalah memutus kesempatan, meski dua unsur lain masih ada.
Baca Juga: Rekomendasi Buku Manajemen Keuangan untuk Mahasiswa Akuntansi dan Manajemen
Fraud is never zero, but it can be managed.
Organisasi yang sehat bukan yang mengklaim “bebas fraud”,
melainkan yang: